Tips Membuat Roti Gandum Sendiri Dirumah

Roti Gandum Kemungkinan Jadi Tren 2018

Pembuatan roti yang semakin mudah dengan peralatan mesin roti yang salah satunya mixer roti sebagai alat membuat adonan roti. Juga peralatan mesin roti lainya yang memudahkan pembuatan roti jadi lebih cepat dan mudah. Bicara soal tren roti untuk 2018 orang lebih condong konsumsi roti gandum yang kemungkinan roti tersebut akan menjadi tren 2018.

roti gandum

Kini mulai banyak koki yang menyajikan roti gandum dibanding roti biasa. Selain lezat, roti gandum memiliki gluten yang rendah sehingga baik untuk kesehatan. Tak heran jika gandum akan menjadi tren di 2018.

Penggunaan mixer roti yang dapat mencampur adonan roti tanpa harus sakit pinggang dan tangan pegal, tentunya memudahkan dalam pembuatan roti. Tahun depan roti gandum kemungkinan akan menjadi tren, karena memang bahan rotinya yang sehat. Walau memang dalam resep membuatnya ada proses diuleni adonan. Tentunya tidak akan repot karena pekerjaan tersebut bisa dilakukan oleh mixer roti.

Dalam pembuatan roti gandum ini, bahan bahan yang anda campurkan harus pas sesuai takaran agar hasilnya bagus. Sehingga menghasilkan roti yang mengembang layaknya roti tawar. Dalam pembuatan roti gandum anda bisa menggunakan whole wheat flour 100% alias tepung gandum semua agar kandungan gandumnya lebih padat.

Supaya roti tampak serat-serat grannya sehingga terlihat bagus rotinya, anda perlu mencampurkan tepung gandum dan tepung roti biasa. Anda tau takaran tepungnya, campurannya 10-20% dengan tepung terigu protein tinggi agar hasilnya bagus tidak lembek. Jangan lupa gunakan oven dengan ukuran yang pas dengan mengembangnya roti saat matang. Agar hasil taste-nya lezat.

Wheat bran adalah kulit ari gandum yang merupakan dihasilkan dari proses penggilingan gandum. Bentuknya seperti kepingan-kepingan (flakes) yang akan menghasilkan sensasi tersendiri ketika kita menggigit roti yang telah dicampur ini. Di TBK besar biasanya ada, anda juga bisa membelinya secara online. Tepung wheat bran ini teksturnya sama sekali berbeda dengan tepung dan malah cenderung kering seperti serbuk gergaji. Dengan tepung wheat bran anda bisa mendapatkan manfaat serat dan sensasi rasa yang lebih kaya, bran ini banyak digunakan sebagai campuran roti/muffin/cookies.

Tips agar hasil roti sesuai dengan idaman, empuk dan sempurna simak tips berikut ini:

  • Jika menggunakan oven listrik kapasitas kecil seperti saya (19 liter), letakkan loyang di rak paling bawah. Meskipun di resep meminta untuk diletakkan di tengah. Karena, jika diletakkan di tengah membuat paparan panas paling atas sangat deket ke permukaan roti. Ini yang membuat permukaan roti mengeras.
  • Untuk roti tawar yang dipanggang lama, agar menghindari permukaan terlalu gosong bisa dibungkus dengan aluminium foil setelah menit ke 15.
  • Set waktu setiap 15 menit, putar posisi loyang agar panasnya merata, set lagi 15 menit dan begitu seterusnya hingga matang.
  • Untuk resep roti manis yang perlu di oles susu/ovex/kuning telur, lakukan dengan metode setiap 15 menit tadi. Oles, panggang 15 menit, oles lagi, putar set 15 menit lagi begitu seterusnya hingga matang.

Bahan Yang Digunakan:

  • 3 1/2 cup (380 gr) tepung gandum utuh (whole wheat bread)
  • 1/3 cup (80 ml) susu cair (karena susu cair saya habis, saya menggunakan 1/2 bungkus susu bubuk + 80 ml air hangat)
  • 1/4 cup (4 sdm) madu – bisa ditambah/kurang sesuaikan manisnya (di roti sebelumnya saya menggunakan 6 sdm madu untuk 330 gr tepung rasanya lebih nikmat. Barangkali bisa dicoba 6-8 sdm madu)
  • 1/4 cup (4 sdm) minyak sayur (saya menggunakan olive oil)
  • 1 cup (240 ml) air hangat
  • 1 1/4 sdt garam
  • 1 bungkus ragi (saya menggunakan fermipan)

Proses membuat:

  • Campurkan air hangat, ragi, madu, minyak dan susu. Aduk hingga rata, sisihkan hingga ragi tercampur dan mengembang seperti tampak pada gambar.
  • Dalam mangkok mixer (jika menggunakan) campur semua bahan kering aduk dulu hingga rata.
  • Masukkan bahan cair, nyalakan mixer dan biarkan dia bekerja dengan sungguh-sungguh hehe. Kurang lebih selama 10 menit hingga adonan kalis. Jika menggunakan manual, campur rata dan uleni hingga kalis. Untuk mengetahui kalis/tidaknya jika dilakukan window pane test sudah transparant (ambil secuil adonan, jembreng hingga melebar dan jika sudah tampak transparan sudah kalis atau jika sobek dan bentuk sobekannya rapih berarti sudah done)
  • Siapkan wadah besar yang telah dioles minyak, bentuk adonan menjadi bulat dan olesi dengan minyak permukaannya sebelum di tutup plastic wrap/kain bersih. Letakkan di tempat yang paling hangat di rumah Anda, saya menyimpan di lemari. Selama kurang lebih 1 jam atau hingga adonan mengembang dua kali lipat.
  • Setelah mengembang, kempeskan adonan dengan tangan. Letakkan di permukaan yang telah ditaburi tepung (saya memilih di oles minyak) bentuk memanjang sesuai dengan loyang yang kita gunakan. Oles permukaan dengan minyak, tutup dengan plastic wrap yang longgar saja dan diamkan hingga mengembang dua kali lipat. Kurang lebih 30 menit, tergantung suhu. Jangan lupa panaskan oven pada suhu 180′ C.
  • Setelah oven panas, adonan siap dipanggang. Waktu pemanggangan kurang lebih 45 – 50  menit. Set waktu setiap 15 menit seperti yang telah saya sebutkan di atas.
  • Setelah 15 menit pertama, tutup dengan aluminium foil agar tidak terlalu gosong dan crunchy. Tapi jika memang menyukainya, bisa di skip saja. Set lagi 15 menit putar posisi loyang. Set lagi 15 menit putar loyang. Cek kematangan jika ditepuk-tepuk permukaannya sudah mengeluarkan bunyi bung..bung seperti berongga berarti sudah matang sempurna. Jika belum yakin bisa tambahkan waktunya.

Saat roti matang. Keluarkan dari oven, jangan biarkan terlalu lama di loyang karena panasnya akan menghasilkan embun dan mempengaruhi roti segera keluarkan dari loyang dan dinginkan diatas wire rack. Usap permukaan roti dengan paper towel yang telah dicelup air agar lembut permukaannya. Jangan terlalu banyak nanti bisa meresap airnya. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s