Teknik Pengembangan Roti Tanpa Mesin Proofer Roti

Mesin Proofer Roti

Mesin Proofer Roti – Mengembangkan adonan roti secara sempurna merupakan salah satu hal wajib yang harus anda lakukan ketika ingin membuat panganan Roti di rumah. Mengapa harus di kembangkan? Ya melalui proses ini di harapkan ketika adonan roti di panggang/bake hasilnya tidak menjadi bantat dan bentuknya menjadi lebih sempurna. Tentunya untuk mengembangkan adonan roti pada Level sempurna perlu sedikit teknik dan trik, karena memang pada prakteknya gak semua orang mampu untuk melakukan tersebut terlebih lagi jika tanpa bantuan Mesin Proofer Roti. Berikut ini ada tips jika adonan roti anda tidak mengembang sempurna

roti tawar dan manis

simak :

  • Roti tidak mengembang

Penyebabnya : waktu pengadukan kurang lama, proofing akhir terlalu lama / over (solusi periksa tinggi adonan pada proofing akhir). Kadar gluten terlalu rendah, kurang ragi, kekurangan bread improver.

  • Kulit roti tampak bergelembung

Penyebabnya : waktu fermentasinya kurang (waktu proofing pertamanya harus cukup 10-15 menit). Profing akhir terlalu lama, lemari proofing terlalu lembab, waktu pengadukan terlalu lama dan terlalu cepat, kekurangan bread improver dan garam.

  • Bentuk roti tidak bagusPenyebabnya :

adonan tidak dibentuk dengan rapi, sambungan lipatan adonan tidak diletakkan ke bawah menghadap ke dasar Loyang, kurang rata ketika memasukkan adonan ke Loyang, adonan terlalu keras (tambahkan air hingga tidak terlalu keras), rolling dan pembentukan adonan tidak tepat.

  • Hasil roti kurang elastis

Penyebabnya : proses fermentasi pertama terlalu lama, proofing terlalu lama, uap dalam oven terlalu banyak, gluten terlalu rendah, kurangnya bread improver.

Nah permasalahan di atas adalah hal yang paling sering anda temui ketika anda ingin mengembangkan adonana roti yang telah anda buat. Dan berikut ini cara membuat adonan roti mengembang sempurna tanpa Mesin Proofer Roti :

Berikut ini adalah urutan Cara Membuat Roti Mengembang  :

  1.     Peralatan yang dipergunakan harus benar-benar kering, bebas dari air atau minyak. Air atau minyak akan berpengaruh pada hasilnya, karena akan membuat adonan tidak akan naik dan menjadi bantat.
  2.     Perhatikan bahan-bahan yang dipergunakan haruslah bagus dan berkualitas baik.
  3.     Pengocokan adonan harus sampai benar-benar mengembang dan berwarna putih.
  4.     Setelah adonan dikocok dengan sempurna, ayak tepung di atas adonan dan campurkan ke dalam adonan secara perlahan-lahan.
  5.     Mentega yang dicairkan jangan langsung dimasukkan apabila masih panas. Apabila mentega masih panas sebaiknya didiamkan terlebih dahulu sampai dingin, kemudian baru dimasukkan ke dalam adonan. Hal ini untuk mencegah terbentuknya lapisan di bawah kue dan kue menjadi bantat.
  6.     Untuk kue yang mengharuskan kuning dan putih telur dipisah, pastikan bahwa kuning dan putih telurnya terpisah dengan sempurna.
  7.     Telur yang digunakan haruslah telur dengan suhu ruangan, bukan telur dingin yang baru dikeluarkan dari kulkas. Untuk pengocokan telur dilakukan dengan kecepatan sedang.
  8.     Waktu adonan akan dipanggang, pastikan bahwa oven yang akan digunakan sudah benar-benar panas. Hal ini akan berpengaruh pada kue, dimana kue akan turun sebelum mengembang apabila ovennya dingin atau belum panas waktu adonan dimasukkan ke oven.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s